Main Article Content

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan jenis penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup oleh penderitanya bila tidak mendapat penanganan secara baik. Komplikasi yang ditimbulkan menjadikan diabetes mellitus sebagai penyakit penyerta yang menyebabkan tingginya angka keparahan dan kematian pada masa pandemi covid-19 yang terjadi  hampir di seluruh negara di dunia. Salah satu kota yang terdapat kasus ini adalah Kota Denpasar tepatnya wilayah Denpasar Selatan. Angka kejadian hipertensi serta DM di kelurahan Denpasar Selatan, didapatkan merupakan penyakit yang cukup tinggi diantara penyakit tidak menular lainnya. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan upaya preventif untuk menurunkan risiko komplikasi yang tinggi pada penderita penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat di kelurahan Denpasar Selatan sehingga dilakukan edukasi mengenai pola asupan makanan sehat dan seimbang sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian kadar gula darah pada masa pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap persiapan selanjutnya pelaksanaan dengan memberi edukasi berupa leaflet serta tanya jawab lisan dan diakhiri dengan evaluasi kepada masyarakat. Berdasarkan hasil kegiatan diketahui adanya peningkatan sebesar 50% terhadap pengetahuan responden tentang pola makan sehat dalam upaya pengendalian diabetes mellitus di masa pandemi covid-19.

Keywords

Diabetes milletus pola makan pandemi covid-19

Article Details

How to Cite
Damayanti, I. A. M., Antari, N. W. S., Lumbantobing, G. V. N. ., & Tohir, W. A. M. . (2021). Edukasi Pola Makan Sehat dalam Upaya Pengendalian Kadar Gula Darah pada Masa Pandemi COVID-19. LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 51–55. https://doi.org/10.53860/losari.v3i2.47

References

  1. Bertalina, B., & Aindyati, A. (2016). Hubungan pengetahuan terapi Diet dengan Indeks Glikemik bahan Makanan yang dikonsumsi pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 7(3), 377–387. DOI: https://doi.org/10.26630/jk.v7i3.219
  2. Cho, N., Shaw, J. E., Karuranga, S., Huang, Y., da Rocha Fernandes, J. D., Ohlrogge, A. W., & Malanda, B. (2018). IDF Diabetes Atlas: Global estimates of diabetes prevalence for 2017 and projections for 2045. Diabetes Research and Clinical Practice, 138, 271–281. DOI: https://doi.org/10.1016/j.diabres.2018.02.023
  3. Kemenkes RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Germas, 0–115.
  4. Kementrian Kesehatan RI. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, 34–44.
  5. Pranata, L., Daeli, N. E., & Indaryati, S. (2019). Upaya Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus dan Komplikasinya di Kelurahan Talang Betutu Palembang. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter, 2(2), 173–179. DOI: https://doi.org/10.36765/jpmb.v2i2.12
  6. Ratnasari, N. Y. (2019). Upaya pemberian penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Kedungringin, Wonogiri. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 105–115. DOI: https://doi.org/10.30659/ijocs.1.1.105-115
  7. Sudargo, T., Freitag, H., Kusmayanti, N. A., & Rosiyani, F. (2018). Pola makan dan obesitas. Penerbit: UGM press.
  8. Susanti, E. F. N., Hudiyawati, N. D., & Kep, M. (2019). Gambaran faktor risiko terjadinya diabetes melitus pada penderita diabetes melitus tipe 2. Disertasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.